Loving the Wounded Soul, Regis Machdy

Tiap kali kita datang ke toko buku, nampak bahwa tidak banyak literatur psikologi ilmiah di Indonesia. Di rak Psikologi, yang kita temui biasanya Tips Lolos Psikotes/CPNS atau buku-buku psikologi populer. Di bulan ini saya membaca buku yang sedikit beda, judulnya Loving the Wounded Soul, karya Regis Machdy. Penulisnya adalah seorang akademisi, praktisi, sekaligus pernah mengalami kondisi psikologis yang ia bahas dalam buku ini.

Faktor yang membuat saya tertarik untuk mengambil buku ini adalah bagian sampulnya yang enak dilihat. Selain itu juga buku ini beberapa kali disebut oleh penerbit Gramedia dalam laman mereka. Di bagian testimoni, ada guru besar di kampus saya kuliah dulu yang turut memberikan testimoni positif terhadap buku ini (namanya ditempelkan di halaman muka buku ini). Kesan awal yang positif tersebut membuat saya tertarik untuk segera membaca buku ini.

Regis Machdy menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Psikologi UGM, lalu dia melanjutkan S2 Kesehatan Mental di Eropa. Dalam buku ini, ia mengangkat sejumlah topik dengan tema depresi sebagai benang merahnya. Gaya penulisannya merupakan kombinasi dari kutipan riset ilmiah dan juga pengalaman empirik yang ia alami sendiri.

Pembahasan dalam tiap artikel saya rasa bagus karena mengacu pada konsep, teori, dan artikel-artikel psikologi yang ilmiah (banyak kutipan dari jurnal ilmiah atau buku teks psikologi). Bacaan yang sungguh menarik jika hendak mencari pengantar mengenai pendekatan psikologi dalam memahami depresi.

Meski demikian, saya merasa buku ini benar-benar seperti kompilasi artikel atau catatan pribadi penulis. Beberapa rasanya seperti membaca terjemahan saja. Belum ada gagasan baru yang ia bawakan di sini (80% adalah saduran atau kutipan dari temuan orang lain), sehingga terkesan seperti membaca ringkasan catatan kuliah saja. Masih terdapat sebagian kecil yang berisi pengalaman empirik penulis dalam menghadapi despresi, tetapi dinamika yang dibahas rasanya masih kurang mendalam. Mungkin dalam konteks ini penulisnya juga tidak mau terlalu terbuka terhadap pembaca yang belum ia kenal.

Awalnya saya berekspektasi bahwa buku ini akan memiliki konten baru yang berasal dari pengalaman penulis menghadapi kasus di lapangan (sebagai seorang clinician) atau hasil risetnya (sebagai seorang researcher-academician). Kira-kira seperti bukunya Irvin Yalom. Tapi mungkin itu ekspektasi yang kurang fair juga karena Irvin Yalom adalah praktisi dengan jam terbang tinggi, sedangkan penulis buku ini masih sangat muda (pengalaman empirik masih terbatas).

Mengingat jumlah buku psikologi sendiri di Indonesia masih sangat terbatas, saya tetap menyambut baik buku ini dan semoga dapat membuka jalan agar topik depresi dapat dibahas dengan lebih ilmiah di kalangan masyarakat Indonesia (tidak lagi dikaitkan hanya semata-mata karena kurang iman atau kurang bersyukur). Buku ini bagus untuk pengantar dan semoga mendorong motivasi orang untuk mendalami topik tersebut dengan lebih mendalam lagi.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Loving the Wounded Soul, Regis Machdy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s