Social Media > Conventional Mass Media

Sebagian besar pengguna Twitter adalah middle class dan juga upper class. Sebagian besar sih middle class. Ini membuat isi twitter jadi menarik, karena middle class merupakan segerombolan orang yang memiliki opini dan sikap yang berlainan terhadap berbagai hal. Contoh yang paling baru adalah tentang pencabutan subsidi BBM ini.

Kalau follow banyak orang, kita bisa lihat bagaimana kalangan middle class memiliki opini yang berbeda-beda terhadap naiknya harga BBM tanggal 1 April ini. Ini jelas sangat berbeda dibandingkan dengan kita menonton media konvensional, misalnya TV. Jelas lah kalau kita nonton TV, beritanya sangat kontra pemerintah, soalnya TV sudah jadi corong bagi partai oposisi dan juga capres lain yang sudah siap-siap cari muka.

Di twitter, banyak argumen yang posisinya pro terhadap dicabutnya subsidi BBM. Alasannya juga cukup jelas, tidak hanya bergantung pada emosi belaka. Tapi yang kontra juga banyak. Ideologi orang-orang pun bermacam-macam, mulai dari yang ‘kiri’ banget sampai ‘kanan’ banget.

Yang jelas, twitter (dan juga social media lainnya) membuka mata kita bahwa media konvensional tidaklah netral. Jadi jangan terlalu polos menelan bulat-bulat apa yang dikatakan oleh media, jika tidak ingin diperalat dan diprovokasi oleh pemilik media.

Ibarat Game of Thrones, jangan sampai kamu merasa jadi pemain padahal sebenarnya jadi bidak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s