Catatan Belajar – Pengantar Filsafat – Apa Itu Filsafat?

Konteks

Kemarin ini saya tertarik ikut kelas “Introduction to Philosophy(Pengantar Filsafat) dari The University of Edinburgh, yang difasilitasi oleh platform MOOC Coursera. Selama ikut kelas online ini, ada beberapa catatan atau rangkuman yang saya buat di aplikasi Obsidian. Supaya nggak lupa (dan siapa tahu bermanfaat untuk orang yang nggak sengaja nimbrung di blog ini), saya akan posting catatannya di sini.

Kelas ini gratis dan dipecah jadi 5 minggu pembelajaran. Kita bisa atur sendiri kapan mau mulai kelasnya (“self-directed learning”). Sepertinya kelasnya sudah lama disediakan di Coursera (terlihat dari komen-komen yang ada di forum diskusi), tapi sampai sekarang peminatnya masih ada meskipun mungkin tidak sebanyak dulu ketika MOOC Coursera pertama kali menjadi populer.

Apa Itu Filsafat?

Di minggu pertama, tema besar materinya adalah membahas mengenai “apa itu filsafat?” dan bedanya dengan bidang lainnya. Ada serangkaian video dari dosennya (Dr. Dave Ward), tapi hampir semuanya sudah dirangkum dalam handout yang bisa kita baca dulu sebelum menonton videonya.

Dalam kelas ini, filsafat didefinisikan sebagai “aktivitas mencari cara berpikir yang benar mengenai berbagai hal”. Kata kuncinya adalah “aktivitas“. Oleh karena itu kita tidak bisa hanya membaca, tapi juga harus terlibat dan benar-benar melakukannya.

“Berfilsafat” berbeda dengan sekadar “berpikir”, sebab ketika kita melakukan aktivitas filsafat, kita memberi jarak dari kegiatan yang sedang kita lakukan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal tersebut. Misalnya, ketika kita berfilsafat tentang sepakbola, yang kita pikirkan bukan tentang cara menggerakkan tubuh untuk bola, melainkan “mengapa aktivitas itu perlu dilakukan?”, “apa makna dari sepakbola?”, “siapa yang menentukan menendang bola harus menggunakan kaki dan kita bisa mengubah hal tersebut?” dan seterusnya.

Filsafat: Susah, Penting, Ada Di Mana-Mana

Ada 2 pertanyaan mengenai filsafat:

  1. Apakah filsafat itu mendasari segala hal? (fundamental)
  2. Apakah filsafat itu penting?

Untuk pertanyaan pertama, jawabannya iya dan tidak.

  • Tidak fundamental, soalnya banyak juga hal-hal yang bisa dilakukan dan ditanyakan tanpa perlu dibahas filosofinya.
  • Fundamental, sebab terlepas dari apapun yang kita lakukan, kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis. Misalnya kalau kita bikin ayam goreng, kita bisa saja niat banget berfilsafat mengenai “apakah menggoreng ayam ini adalah perilaku yang etis?”, “bagaimana cara menentukan ayam goreng yang baik dan buruk?”, dan seterusnya.

Untuk pertanyaan kedua, jawabannya juga iya dan tidak.

  • Tidak penting, sebab banyak juga pertanyaan-pertanyaan filosofis yang nggak penting dan agak membosankan, termasuk bahasan filosofi menggoreng ayam di atas.
  • Penting, karena ada hal-hal utama dalam hidup kita yang perlu dipikirkan secara jernih. Dengan cara seperti ini, kita bisa melepaskan diri dari dogma yang sudah diciptakan oleh masyarakat di masa lalu dan bisa menciptakan hal-hal baru yang lebih modern.

Bagaimana cara berfilsafat?

Pada dasarnya, yang perlu kita lakukan adalah memikirkan lebih mendalam tentang berbagai masalah. Lewat serangkaian bukti empirik dan nalar logis, kita akan tiba pada kesimpulan tertentu. Bila kita sudah melakukan hal tersebut, maka kita telah berfilsafat.

Menurut Hillary Putnam, seorang filsuf Amerika, yang dibutuhkan oleh filsafat adalah “Visi” dan “Argumen“. Tanpa visi, filsafat isinya hanya jadi adu argumen saja yang tidak menarik. Debat kusir yang berisi adu logika tanpa ada hasil yang bermanfaat.

Dengan adanya visi, maka kita akan diarahkan untuk memikirkan hal-hal yang lebih besar dan bermanfaat, misalnya “bagaimana cara menjalani hidup?” atau “bagaimana cara mengelola masyarakat?”. Tentu semua pembahasan itu tetap harus mengikuti kaidah argumentasi yang sesuai dengan aturan logika yang runut.

Apakah ada cara yang “benar” untuk berfilsafat?

Di kelas ini, Dr. Dave Ward mengutip 2 tokoh filsafat yang berpendapat tentang cara untuk berfilsafat:

  • David Hume: filsafat seharusnya mengacu pada pengalaman indrawi (sensoris). Meski demikian, kita memiliki keterbatasan dalam hal indrawi. Kadang-kadang kita tidak benar-benar memahami apa yang menyebabkan suatu hal terjadi, dan juga kita tidak bisa mengamati seluruh proses yang terjadi (kita hanya mengamati sebagian saja).
  • Immanuel Kant: aturan-aturan yang berlaku bagi pikiran kita, tentunya adalah aturan yang sama dengan bagaimana cara dunia ini bekerja. Oleh karena itu, cara berfilsafat yang benar adalah dengan menggunakan prinsip-prinsip logika dan nalar yang sesuai dengan kaidahnya.

Tidak ada kesimpulan yang disampaikan oleh dosennya, dia hanya menjelaskan bahwa ada tokoh yang memiliki pendapat yang berbeda (dan diskusi ini masih berlanjut terus hingga sekarang).

Materi minggu pertama ini masih cukup mudah diikuti. Moga-moga masih bisa mengikuti sampai materi minggu berikutnya, yaitu tentang Moralitas.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Catatan Belajar – Pengantar Filsafat – Apa Itu Filsafat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s