Nonton Film, Mei 2021

Selama pandemi COVID-19 ini saya jadi lebih punya kesempatan untuk nonton film, tapi ga terlalu rajin mencatat ringkasan atau kesan pribadi setelah menonton film tersebut. Supaya nggak lupa, catatannya akan saya taruh di postingan ini, siapa tau bermanfaat kalau mau rekap lagi di masa depan.

Nonton film itu umumnya ditujukan untuk hiburan. Tapi bisa juga menjadi sarana untuk bercermin. Lewat film kita bisa melihat sifat-sifat yang dapat (atau memang sudah) kita jumpai sekitar kita. Kita juga bisa melihat refleksi sifat diri kita sendiri. Dari aktivitas nonton film, kita bisa mengolah pikiran dan perasaan kita. Dalam bidang psikoterapi, ada istilah Cinema Therapy. Di beberapa negara Eropa, sudah ada kursusnya yang juga jadi semacam sertifikasi bagi para psikoterapis. Nampaknya saat ini di Indonesia belum ada lembaga resminya yang mengadakan pelatihan semacam ini, mudah-mudahan akan ada di masa depan.

Ini daftar film yang saya tonton di bulan Mei 2021:

  1. Panic Room (2002)

Plotnya simpel, tapi aktingnya Jodie Foster bagus. Baru tau juga ini salah satu film awalnya Kristen Stewart. Ceritanya seorang ibu dan anak tinggal di rumah baru yang ada *panic room-*nya, lalu di malam hari rumah tersebut kedatangan pencuri. Katanya ini yang bikin konsep panic room jadi populer. Saya pertama kali lihat istilah panic room di film The Dark Knight, waktu Joker menyerang pestanya Bruce Wayne. Belakangan saya buka Wikipedia page film ini, ternyata sutradaranya David Fincher (Se7en, Gone Girl, The Social Network). Pantesan filmnya bagus.

  1. Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer), season 1 (2020)
    Niatnya menyelesaikan baca ini dulu sebelum beres nonton Mugen Train. Animasinya bagus banget, semoga season 2 segera rilis. Manga-nya udah nonton sampai tamat, jadi nonton anime ini lebih berupa hiburan visual, karena jalan ceritanya sama. Ceritanya di Jepang di era Taisho, dengan tema pertarungan antara Kisatsutai (Demon Slayer Corps) dengan Oni (Demon). Anime ini bikin adegan menarik nafas jadi keren banget soalnya semua teknik pedangnya didasari oleh tarikan nafas (breathing).
  2. Fractured (2019)
    Seri Netflix Original ini muncul di landing page Netflix saya. Filmnya cukup menegangkan. Dari sisi plot sebenernya sejak awal udah terus kepikiran “ah ntar pasti ternyata begini begitu” dan memang sesuai bayangan (endingnya miris). Tapi tetap tegang nontonnya, aktingnya bagus. Ceritanya seorang ayah membawa anaknya yang mengalami kecelakaan ke sebuah rumah sakit, tapi kemudian anaknya hilang. Ketika dia bertanya ke pengurus rumah sakit, mereka mengatakan bahwa dia tidak pernah membawa anaknya ke sana.
  3. Don’t F*ck with Cats (2019)
    Dokumenter ini membahas kasus Luka Magnotta, seorang pembunuh berantai. Judulnya ditulis seperti itu karena awal mula kasusnya dibahas di forum internet ketika dia upload video pembunuhan kucing. Seperti di seri Mindhunter, pembunuh berantai biasanya memulai dari korban yang lebih kecil – termasuk hewan. Dokumenternya bagus dan menegangkan, tapi saya merasa judulnya malah mengecilkan korban manusia dan malah lebih menonjolkan hewan yang disiksa/dibunuh oleh Luka Magnotta.
  4. Breaking Bad, season 1
    Tahun ini niatnya mau beres nonton 5 season Breaking Bad di Netflix. Sebelumnya sudah beberapa kali nonton season 1-2 tapi selalu terpotong di tengah-tengah, lalu lupa mau lanjut dari mana, akhirnya diulang lagi. Lanjut season 2 dan 3 di bulan berikutnya 🙂
  5. The Army of the Dead (2021)
    Awalnya nonton karena iseng, karena hanya tau Dave Bautista dari WWE dan Guardians of the Galaxy (Drax the Destroyer). Film tentang Zombie ini lumayan menghibur, meskipun alur ceritanya kurang kuat. Jadi ceritanya di film ini zombie apocalypse terjadi di Las Vegas. Setelah dilakukan karantina (seluruh kota ditutup aksesnya), Scott Ward (Bautista) mendapat misi untuk mengambil uang di brankas dan menyusun tim untuk kembali masuk ke Las Vegas. Jadi kira-kira kayak Ocean’s 11 tapi lawan zombie.
  1. The Interpreter (2005)
    Ini film thriller dengan tema politik. Di gedung PBB, seorang penerjemah mendengar info bahwa ada rencana pembunuhan terhadap seorang kepala negara yang akan bicara di General Assembly. Kepala negaranya bisa dibilang mirip banget sama Robert Mugabe. Sama-sama mantan tokoh perjuangan yang kemudian menjadi diktator.

Semoga bisa lebih banyak nonton film lagi. Jika dari pembaca postingan ini ada rekomendasi film tertentu berdasarkan daftar di atas, boleh ditulis di kolom komentar ya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s