Messiah (Netflix), Season 1 Review

Trailer Messiah Season 1

Awal Januari 2020 ini ada seri drama baru di netflix: Messiah.

Premisnya: bagaimana reaksi dunia ketika juru selamat (messiah) hadir kembali di dunia modern?

Seri ini dimulai dari Syria, lalu ke Palestina-Israel, hingga ke Amerika. Dalam perjalanannya, pengikutnya semakin bertambah banyak seiring dengan semakin banyak orang yang percaya serta ingin mendapatkan jawaban. Banyak yang menyerukan namanya sebagai “Al-Masih” (nama Yesus dalam bahasa Arab, karena ceritanya dimulai di Syria).

Selain tokoh tersebut, karakter lain yang menjadi sorotan adalah agen CIA yang merasa bahwa Messiah ini seorang penipu. Dia menjadi sosok rasional dalam cerita ini; terus-menerus mencari bukti dan mengungkap siapa sebenarnya orang ini.

Beberapa tokoh lain yang menjadi saksi mukjizat juga memiliki jalan ceritanya sendiri, seperti Jibril yang mengikuti Al-Masih menembus padang pasir ke perbatasan Israel, pendeta Felix yang merasa ada panggilan takdir besar yang menantinya, maupun tokoh minor lainnya seperti penderita kanker yang mencari kesembuhan.

Sepanjang cerita, kita diombang-ambing antara dugaan apakah memang dia seorang messiah atau hanya seorang nabi palsu? Terkadang ada petunjuk yang mengarah ke bukti-bukti kepalsuan, tetapi kemudian terjadi mukjizat yang membuat kita kembali bertanya-tanya.

Premis dan garis besar plotnya menarik sekali. Tapi buat saya pacing/tempo-nya terlalu lambat. Rasanya dalam waktu 10 jam (karena ada 10 episode di Netflix) ada hal-hal lain yang bisa dibahas (misalnya kehidupan tokoh-tokoh lainnya) dibandingkan membuat suatu adegan menjadi lamban atau panjang.

Ending season 1 gimana? Karena serial ini masih baru mungkin kurang pas ya kalau dibahas detail. Tapi sepertinya sih memang diarahkan agar bisa dijadikan persiapan untuk season 2.

Aktor yang menjadi Al-Masih (Mehdi Dehbi) OK juga aktingnya. Pembawaannya yang kalem membawa karisma tersendiri. Suaranya menenangkan (tidak heran banyak yang terbius karismanya). Apalagi hampir semua dialognya itu cryptic dan misterius.

Serial ini mungkin agak kontroversial karena ada kandungan topik agama. Apalagi beberapa topik cukup sensitif dan mengundang tanya bagi penonton (yang juga dibahas di dalam serialnya), seperti Al-Masih agamanya apa? Orang Palestina dibawa masuk ke Israel tujuannya apa? Yang jelas akan membuat beberapa orang tersinggung: adegan teroris (dengan latar belakang yang super religius) meledakkan bom di masjid, ini maksudnya apa?

Apakah ini kisah tentang Dajjal? Ini penistaan agama bukan nih? (Untuk bagian ini kayaknya kombinasi kurangnya kepekaan budaya dan memang pembawaan sumbu pendek membuat orang keburu males duluan dengan seri ini)

Orang yang taat beragama juga mungkin merasa kurang nyaman ketika seri ini mengangkat topik: agama siapa nih yang benar? Soalnya tokoh messiah ini menyentuh tokoh-tokoh yang agamanya berbeda-beda. Beberapa adegan juga dibuat paralel dengan cerita yang ada dalam Alkitab (no spoiler here).

Ada pertanyaan yang juga menggantung di kepala saya tapi mungkin jawabannya cuma ‘kebetulan aja’: bagaimana bisa adegan Jibril dan Al-Masih terjadi hampir berbarengan?

Tapi di luar semua kontroversi itu, buat saya serial ini eksekusinya masih bisa lebih ditingkatkan lagi deh. Klimaksnya juga masih kurang memuaskan. Biarpun begitu, serial ini boleh banget ditonton. Kalau ada season 2-nya juga saya masih akan menonton.

Iklan

2 tanggapan untuk “Messiah (Netflix), Season 1 Review

  1. wah kemarin memang sudah melirik seri ini, tapi belum ditonton karena mau lihat review orang-orang dulu. Melihat reviewmu jadi penasaran pengen nonton. Makasi reviewnya Agoes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s