Manufacturing Hope: Bisa!, Dahlan Iskan

Manufacturing Hope: Bisa!

Manufacturing Hope: Bisa! by Dahlan Iskan

My rating: 4 of 5 stars

“Menularkan pesimisme cukup hanya dengan kata-kata. Modalnya pun hanya gombal. Sedangkan membangun hope harus dengan kerja nyata plus hasil yang bisa dirasa. Setiap kesulitan harus diberikan jalan keluar. Setiap kebuntuan harus ada terobosan.”

– Dahlan Iskan

Saat buku ini diterbitkan (tahun 2012), pak Dahlan Iskan adalah Menteri BUMN yang sering menjadi sorotan media karena tindakannya yang inovatif, membawa semangat, dan kadang nyeleneh (kita mungkin paling ingat dengan tindakannya yang membuka pintu jalan tol karena macet dan antriannya panjang).

Isi buku ini adalah kumpulan dari seri “Manufacturing Hope“, yang diterbitkan dengan tujuan untuk mengembangkan harapan para pembacanya, khususnya terkait dengan upaya membangkitkan kembali BUMN.

Saat pak Dahlan Iskan mulai menjabat, banyak sekali permasalahan yang ada di dalam BUMN (identik dengan korupsi, rugi terus tiap tahun, mafia, hampir bangkrut, tidak gajian, dan lain-lain). Karena perubahan akan membutuhkan waktu, maka diciptakanlah seri tulisan ini untuk membangkitkan motivasi, optimisme, dan kepercayaan orang-orang.

Dengan latar belakang sebagai jurnalis, kemampuan menulis pak Dahlan Iskan memang mengagumkan. Tidak terbayangkan bagaimana caranya bisa menyempatkan diri untuk menulis artikel yang enak untuk dibaca di tengah kesibukannya sebagai menteri. Gaya penulisannya pun sangat menyenangkan dan memang bisa membawa kita pada harapan bahwa Indonesia adalah negara yang hebat dan memiliki potensi untuk maju. Ungkapan yang beberapa kali dia tulis dalam buku ini juga turut menjadi slogan yang digunakan oleh pemerintahan saat ini: kerja, kerja, kerja!

Membaca buku ini di tahun 2017 dapat memberikan makna yang berbeda bagi saya, seperti yang pernah diucapkan pengkhotbah: Untuk segala sesuatu ada masanya. Untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Pak Dahlan Iskan saat buku ini diterbitkan adalah media darling dengan prestasi yang berderet, beliau pun sering diundang dalam berbagai acara karena kapasitasnya tersebut.

Namun saat ini kondisinya sudah berubah karena dakwaan kasus yang menyeretnya setelah dia tidak lagi menjabat. Beberapa nama yang disebut di dalam buku ini (taun 2012) pun ada yang terus bersinar, tetapi ada yang sudah redup dan tidak lagi kedengaran namanya. Ada usaha-usaha beliau (dan seluruh karyawan BUMN yang dibahas) yang benar-benar membuahkan hasil, tetapi ada juga yang tetap mandeg di kemudian hari.

Poin penting yang saya dapat dari pengalaman beliau yang dibagikan lewat buku ini: menjadi pemimpin itu susah! Tanggungjawabnya besar, konsekuensi dari tindakannya pun bisa berdampak pada banyak orang. Sulit sekali membayangkan ada di posisi beliau yang harus mengambil keputusan kompleks seperti itu. Selain menjadi pendorong motivasi, buku ini juga dapat menjadi rekomendasi referensi bagi mereka yang hendak menjadi pemimpin, agar dapat melihat tanggungjawab yang menyertai jabatan yang dikehendakinya.

Dengan membaca buku ini, kita bisa terdorong untuk memberikan usaha sebaik-baiknya pada bidang yang kita kerjakan. Meskipun tidak semua kerja keras pasti memberikan hasil yang diharapkan, namun semua hasil tentunya merupakan buah dari kerja keras tersebut. Biarpun ada banyak benang kusut yang kita hadapi dalam pekerjaan sehari-hari, tentu masih ada peluang untuk mencari jalan keluarnya, sebagaimana yang dicontohkan oleh pak Dahlan Iskan dalam buku ini.

View all my reviews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s