Dilema Hidup Landak

Ada sebuah analogi tentang landak yang menjelaskan konsep human intimacy. Analogi ini sudah lama, sempat dibahas oleh filsuf Schopenhauer dan Freud, tapi nampaknya masih terus relevan dalam hidup kita.

Ceritanya gini:

Binatang bernama landak punya duri. Saat didekati atau mendekati makhluk lain, duri yang ada di punggung mereka akan menusuk makhluk lainnya. Jadi duri ini berfungsi untuk melindungi landak itu dari makhluk lain agar dia tidak bisa dilukai.

Tapi saat musim dingin tiba, landak itu akan merasakan dingin sehingga dia perlu mendekat dengan landak lain agar bisa saling menghangatkan. Duri yang tadinya melindungi diri, malah membuat mereka jadi saling tertusuk. Hidup dalam kesendirian akan membuat sang landak tetap terlindungi berkat durinya. Meskipun dia hidup bersama landak lain, tetapi rasanya tetap tidak benar-benar hangat karena tetap ada jarak.

Sebaliknya, bila dia mendekat dengan landak lain maka ada potensi mendapatkan kehangatan, tetapi resikonya dia akan terluka oleh duri. Bahkan resiko akan duri ini saja bisa membuat landak ini ragu untuk mendekati landak lainnya, padahal belum benar-benar tertusuk.

Inilah dilema hidupnya. Kalau mendekat takut sakit, kalau menjauh dia sendirian dan berjarak.

Dalam momen kehidupan tertentu, kitalah landak dalam cerita ini. Semakin kita mendekat dengan orang lain, seringkali “duri” yang ada dalam diri kita menusuk orang lain (dan juga diri kita), sekaligus kita juga tertusuk oleh “duri” orang lain tersebut. Akibatnya kita cenderung memberi jarak dengan orang lain, agar tidak saling tertusuk “duri”.

Mungkin bila kita bisa menerima kenyataan bahwa “duri” ini memang ada, maka kita akan lebih bisa siap dekat dengan orang lain? Atau kita mungkin akan bisa bertahan ketika kita rela tertusuk oleh “duri” dari mereka yang kita anggap istimewa…. kehangatan dapat menghilangkan sakit. Atau kalau mau lebih optimis, mungkin yang istimewa bisa mengelola “duri”-nya sedemikian rupa sehingga dia tidak akan dengan sengaja menyakiti kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s