Paradox of Progress

Dalam buku berjudul Psychology Applied to Modern Life: Adjustment in the 21st Century (Weiten et al., 2010), bagian awal diisi dengan penjelasan mengapa ilmu psikologi semakin diperlukan di jaman yang semakin modern ini. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai paradoks dalam perkembangan dan kemajuan umat manusia (paradox of progress). Meskipun kita mengalami banyak kemajuan dalam teknologi, kemajuan yang sama tidak terjadi dalam area permasalahan pribadi. Bahkan, permasalahan yang sifatnya personal malah semakin berkembang dan menjadi semakin rumit.
Ada tiga hal yang dijadikan sebagai contoh:
  1. Kita semakin banyak menciptakan alat untuk menghemat waktu, tapi kita malah semakin sering mengeluh tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan apa pun.
  2. Pilihan hidup semakin banyak, tetapi justru pilihan yang ada malah terlalu banyak sehingga kita bingung harus memilih apa (dan menurut Schwartz,ini menurunkan tingkat kebahagiaan kita).
  3. Kita semakin mampu mengendalikan dunia di sekeliling kita (tidak lagi sepenuhnya berada di bawah kendali alam), tetapi kita juga menciptakan masalah-masalah baru yang malah merusak kondisi alam.
Permasalahan orang-orang di abad 21 tentunya berbeda dengan permasalahan di abad 20, apalagi abad 19. Oleh karena itu, tentunya mahasiswa dan praktisi psikologi perlu belajar dan berusaha untuk menerapkan ilmu yang mereka miliki sesuai dengan konteks jaman mereka hidup pada saat ini (tidak lagi bergantung pada ilmu puluhan tahun yang lalu, seolah-olah itu bisikan dari langit). Yuk belajar terus!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s