Happiness Inside, Gobind Vashdev

Happiness InsideHappiness Inside by Gobind Vashdev
My rating: 3 of 5 stars

“Matahari selalu memberi tanpa membeda-bedakan, dan karena itulah segala tanaman tumbuh menghadap ke matahari.”

Saya membeli buku ini atas rekomendasi beberapa teman saya yang memberi semacam jaminan bahwa buku ini beda dengan buku pengembangan diri lainnya. Katanya sih karena dia sudah pernah ketemu langsung dengan sang penulis dan kesannya dia begitu terpukau dengan sosoknya ini, sampai-sampai mau memberikan endorsement seperti itu. Waktu saya sedang mampir ke Gramedia, saya menemukan buku ini masih berada di jajaran best psychology books dan jadi teringat dengan promosi dari teman saya, maka saya pun membeli buku ini.

Buku ini terdiri dari 3 bagian utama: Mencari Kebahagiaan, Menggali Kebahagiaan, dan Menemukan Kebahagiaan. Halaman paling awal berisi endorsement dari macam-macam orang, tapi kebanyakan sih dari profesi-profesi yang modalnya ngomong (motivator, trainer, dll.), bahkan di halaman mukanya ada cuplikan kalimat dari Merry Riana.

Memang sih buku ini berisi cerita-cerita yang ditujukan agar pembacanya merenung, banyak refleksi yang dituliskan di sini. Namun rasanya tidak semua cerita dituliskan dengan arah yang jelas sehingga terasa seperti dipaksakan agar bisa inspiratif. Selain itu, penulis juga banyak mengutip dari penulis lain, sehingga ada juga artikel yang hanya berupa kompilasi kutipan dari pemikiran orang lain. Tidak salah sih, cuma saya sudah terlanjur berharap lebih karena promosi yang diberikan oleh teman saya.

Nuansa kebijaksanaan dari Timur cukup kuat di buku ini, karena hampir semua “Kebahagiaan” yang dituliskan di judul buku ini dapat dicari, digali, dan ditemukan dengan berpuas diri terhadap apa yang sudah kita miliki, tidak melekat pada keduniawian, dan seterusnya. Tapi ada juga pemikiran Viktor Frankl mengenai meaning of life yang banyak dibahas di sini.

Kalau mau disimpulkan, ini memang buku yang lumayan bagus tapi nggak live up to my expectations, rasanya tidak terlalu beda jauh dengan buku-buku motivasi dan pengembangan diri yang biasa kita temui berderet banyak sekali di toko buku. Tapi namanya selera mungkin berbeda-beda ya, saya sih lebih suka buku Ajahn Brahm yang lebih nggak serius, ada candaannya, dan ringan. Buku ini menampilkan kesan penulisnya berkata aku terceraaahkaaaaaaannn…… dan mengajak pembacanya untuk berpikir secara serius mengenai hidupnya lewat buku ini.

View all my reviews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s