Gestalt Prayer

I do my thing, and you do your thing.
I am not in this world to live up to your expectations
And you are not in this world to live up to mine.
You are you and I am I,
And if by chance we find each other, it’s beautiful.
If not, it can’t be helped.

Gestalt Prayer di atas sebenarnya bukan doa, tapi pernyataan yang disusun dalam 56 kata oleh Fritz Perls (yang menciptakan ‘Gestalt Therapy‘). Saya menemukan ini kembali saat sedang membaca buku 50 Psychology Classics. Pernyataan di atas ditujukan untuk menguatkan pribadi yang terlalu diombang-ambing oleh lingkungan sekitarnya dan menjadi terganggu karena hal tersebut.

Dalam 56 kata, orang diiingatkan kembali untuk lebih fokus sesuai dengan kebutuhan dirinya yang sebenarnya; bukan projection (menganggap apa yang dibutuhkan oleh dirinya juga dibutuhkan oleh orang lain) atau introjection (menganggap apa yang dibutuhkan oleh orang lain juga dibutuhkan oleh dirinya). Gestalt Therapy merupakan terapi eksistensial, salah satu tujuan yang ingin dicapai lewat terapi tersebut adalah ‘mencapai keutuhan’ dengan cara fokus pada hal yang ada pada saat ini.

Gestalt Prayer ini populer di Amerika pada tahun 1970an, karena budaya di sana memang cocok dan sejalan dengan pernyataan di atas. Meskipun demikian, banyak yang mengkritisi Gestalt Prayer, karena justru banyak juga orang yang menggunakannya sebagai bahan rasionalisasi.

Seringkali orang malah berpikir “saya nggak hidup di dunia ini untuk memenuhi ekspektasi orang lain tapi untuk diri sendiri”, tapi di saat yang bersamaan, dia sebenarnya tetap berpikir “orang lain harus memenuhi ekspektasi saya”. Dalam artikel berjudul The Perls Perversion, Morris (1975) mengomentari (dalam bentuk puisi sindiran) bahwa ketika orang seolah-olah berpikir dengan kalimat yang mirip dengan Gestalt Prayer, yang sebenarnya ada di dalam pikiran mereka adalah:

I do my thing, and you do your thing.
I am not in this world to live up to your expectations,
But you are in this world to live up to mine.
You are mine, and I am mine.
And if by chance you find me, it’s beautiful.
If not, you missed out.

Morris (1975) adalah seorang psikolog yang banyak menggunakan Rational-Emotive Behavior Therapy dari Albert Ellis. Sebaiknya, klien disadarkan bahwa ini adalah isi pikirannya yang sebenarnya (belief), yang tetap memberikan konsekuensi (consequences) emosi negatif. Dia juga memberikan contoh klien yang merasa bahwa dia bebas untuk mengucapkan dan melakukan hal yang ada di dalam pikirannya (I’m not in this world to live up to your expectations; it can’t be helped), tapi dia belum menyadari hal itu dan baru mendapatkan insight bahwa dia berpikir egosentris ketika Morris membacakan Perls Perversion.

Menurut Dolliver (1981), Gestalt Prayer dapat diinterpretasikan secara sangat subjektif. Banyak klien yang merasa bermasalah karena “melakukan hal yang diinginkan oleh orang lain” atau “selalu harus memenuhi ekspektasi lingkungan”. Gestalt Prayer adalah kutub kebalikan dari pemikiran itu, tapi keduanya sama-sama ekstrim dan tetap dapat menimbulkan masalah baru.

Sebenarnya, nilai yang ditekankan dalam Gestalt Prayer adalah kedewasaan individu, yang ditandai oleh independence. Ada beberapa tokoh psikologi (Adler, Erikson) yang mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang justru bisa dilihat dari kemampuannya menjalin dan mempertahankan relasi personal yang mendalam.

Saya setuju: Personal relationships takes a great deal of work. Oleh sebab itu, sebaiknya kita bertanya pada diri kita sendiri setiap kali mengucapkan kalimat yang serupa dengan Gestalt Prayer, jangan-jangan yang kita pikirkan adalah Perls Perversion yang disindir oleh Morris?

Sebagai penutup, dan juga sebagai alternatif pemikiran, saya akan tampilkan varian lain dari Gestalt Prayer dari Tubbs (1972, dalam Dolliver, 1981) yang lebih bernuansa humanistik:

If I just do my thing and you do yours,
We stand in danger of losing each other
And ourselves.

I am not in this world to live up to your expectations;
But I am in this world to confirm you
As a unique human being,
And to be confirmed by you

We are fully ourselves only in relation to each other;
The I detached from a Thou
Disintegrates

I do not find you by chance
I find you by an active life
Of reaching out

Rather than passively letting things happen to me,
I can act intentionally to make them happen

I must begin with myself, true;
But I must not end with myself:
The truth begins with two

Sumber

Butler-Bowdon, Tom. 2007. 50 Psychology Classics: Who We Are, How We Think, What We Do: Insight and Inspiration from 50 Key Books. Nicholas Braedley Publishing
Dolliver, Robert H. 1981. Reflections on Fritz Perls’s Gestalt Prayer. Personnel & Guidance Journal. Jan81, 59(5), p311.
Morris, K. T. 1975. The Perls Perversion. Personnel & Guidance Journal, 54(2), p91.

Perls, Fritz. 1975. The Perls Prayer. Personnel & Guidance Journal. 54(2), p90 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s