Yu-Gi-Oh!: Soal Masa Lalu dan Masa Depan

Postingan ini akan lebih mudah dipahami oleh mereka yang sudah membaca manga atau nonton anime Yu-Gi-Oh!

Seorang anak laki-laki yang hobi main game mendapatkan puzzle piramid dari kakeknya (yang merupakan pemilik toko game). Sejak dia berhasil menyusun puzzle tersebut, dia punya kepribadian lain yang bersemayam di dalam dirinya, yaitu seorang pharaoh dari Mesir kuno… yang ternyata juga sangat jago main game.

Ini adalah premis dasar dari serial Yu-Gi-Oh! (kalau diterjemahkan secara harafiah, artinya ya “Raja Game“). Dulu saya suka sekali komik ini, soalnya saat itu saya juga suka main game, hehe. Suka karena ada hal yang bisa diidentifikasi mungkin ya? Katanya sih, kita memang lebih tertarik dengan hal-hal yang punya kesamaan dengan diri kita.

Di awal komik ini, ceritanya tidak terlalu panjang. Biasanya tiap bab menceritakan petualangan Yugi (nama tokoh utama komik ini, yang kalau diterjemahkan secara harafiah artinya adalah… “Game”) yang mengalami kesulitan dalam kehidupannya. Di saat terdesak, kepribadian Pharaoh (disebut sebagai Yami Yugi, alias Dark Yugi) akan muncul, dan membantu Yugi untuk menyelesaikan masalahnya. Ajaibnya, setiap masalah selalu diselesaikan dengan main game (meskipun sebenarnya masalah itu sama sekali tidak berhubungan dengan game). Game yang dimainkan pun bukan game biasa, tapi Game of Darkness. Pemain yang kalah akan mendapatkan hukuman siksaan batin atau jadi gila karena kekalahannya. Agak berlebihan dan gak logis, tapi biarlah.

Di pertengahan, jalan ceritanya sudah mulai lebih koheren dan lebih ‘nyambung’. Permainan utama yang dibahas adalah Magic and Wizards, semacam Trading Card Game. Sebetulnya jalan ceritanya semakin tidak masuk akal, karena ada pemain yang kalah main kartu lalu sakit jiwa, kehilangan kesadaran, koma, bahkan sampai mati. Cara sang Pharaoh menang dalam setiap permainan pun tidak pernah masuk akal, karena selalu dipenuhi dengan keajaiban. Adegan pamungkasnya adalah saat ada kartu yang bisa memanggil dewa Mesir semacam Osiris, Obelisk, dan Ra (terus ada adegan duel antar kartu dewa).

Lalu, apa hubungannya dengan judul postingan ini?

Di dalam komik tersebut, salah satu rival Yami Yugi adalah Seto Kaiba, pemimpin Kaiba Corp. yang ternyata di kehidupan sebelumnya adalah… salah satu pendeta suci yang dulunya melayani sang Pharaoh. Di kehidupan sebelumnya, para pendeta ini punya kemampuan untuk memanggil roh yang secara sangat kebetulan sekali cara kerjanya sangat mirip dengan game Magic and Wizards. Roh andalan Kaiba di kehidupan sebelumnya pun sama dengan kartu andalan Kaiba saat ini: Blue Eyes White Dragon. Lebih ajaib lagi, kartu andalan Yami Yugi (Dark Magician) pun sebenarnya adalah salah satu pendeta mesir yang tewas saat melindungi Pharaoh dari serangan raja perampok. Saya sudah bilang kan kalau jalan cerita di komik ini luar biasa tidak logis?

Seto kaiba vs. Yami Yugi, semi final Battle City

Nah, yang menarik: karakter Seto Kaiba di masa kini adalah pribadi yang betul-betul ingin mengubur masa lalunya. Dia menyangkal bahwa dulu dia adalah pendeta suci di Mesir, dan menganggapnya itu sebagai halusinasi saja. Di kehidupannya yang sekarang, dia kembali ingin mengubur masa lalunya yang sangat tragis sebagai yatim piatu, yang diadopsi oleh Genzaburo Kaiba dan dibesarkan dengan penuh disiplin keras (belakangan, Seto Kaiba membalas dendam dengan cara melakukan takeover terhadap Kaiba Corp.).

Buat apa memikirkan yang sudah lalu? Yang pasti akan kita jumpai cuma masa depan yang harus dihadapi. Kalau kata Kaiba: nggak ada cahaya untuk orang yang mengejar masa lalu. Karena terlalu ekstrim, adiknya (Mokuba) jadi sedih karena dia tidak ingin Seto Kaiba menghapus kenangannya ketika mereka bermain bersama di panti asuhan.

Kebalikannya: di sepanjang cerita komik ini, Yami Yugi adalah figur yang terus mencari tahu masa lalunya, karena dia ingin mengetahui identitas dirinya yang sesungguhnya. Bahkan ada beberapa bab yang intinya adalah perjalanan Yugi dan teman-temannya untuk mencari tahu nama asli sang Pharaoh yang tersimpan di dalam kuburannya. Cerita penutup komik ini juga adalah cerita tentang perjalanan sang Pharaoh kembali ke masa lalu yang terkunci di dalam puzzle piramid yang selama ini digantung di leher Yugi. Siapakah aku? Apa yang membawaku ke sini? Kenapa aku jadi seperti ini? Oleh karena Pharaoh terus menoleh ke belakang, teman-temannya menjadi sedih karena takut sang Pharaoh akan kembali ke masa lalu dan melupakan mereka yang ada di masa kini.

Mungkin, pelajaran yang bisa ditarik dari dua tokoh ini adalah agar kita tidak terlalu terpaku dengan masa lalu atau masa depan. Biarpun menelusuri dan mengingat masa lalu mungkin bisa membuat kita lebih tahu siapa diri kita dan kenapa kita menjadi seperti ini, belum tentu kita akan jadi lebih tahu ke mana kita sebaiknya melangkah ke depan. Punya orientasi masa depan juga baik, tapi kalau kita melupakan masa lalu yang ikut membentuk pribadi kita hingga mampu merancang masa depan tersebut, jangan-jangan makna kenangan di masa lalu tersebut jadi hilang. Satu lagi: kalau pikiran kita terus berada di masa lalu atau masa depan, bisa jadi kita luput memperhatikan apa yang sudah kita miliki di momen saat ini.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Yu-Gi-Oh!: Soal Masa Lalu dan Masa Depan

  1. Say baru nonton eps 100+ saat ini…yang saya takutkan adalah..kata “makam pharaoh” …disitu saya merasa sedih…karena saya gak mau kehilangan seorang Yugi yg saya sukai…(makam=ada orang yg tlah mati) nah saya mencari film ini dari penulis yg sama dengan anime code geass…tapi semua ending ceritanya pasti nyesek (sedih) gw pasti nangis berhari hari setelah kehilangan anime yg saya sukai namun endingx sangat tidak disangka sangka ..(maaf saya perempuan) itu anime ada di spacetoon dulu ..akhirnya gw terus mencari film dg penulis yg sama..dan terus sakit hati..karena akhir ceritanya selalu nyesek WKWKWK ( – 3-)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s