61-62 pada Freud dan Helen pada Faust

Tanggal 16 April 1909, Sigmund Freud mengirimkan surat kepada Carl Jung. Di dalam surat itu, Freud menceritakan bahwa dia agak terobsesi dengan pikiran bahwa dia akan mati di usia antara 61 hingga 62 tahun. Sejak pikiran itu muncul, Freud merasa bahwa angka itu terus bermunculan di berbagai tempat. Di dalam surat itu, Freud membandingkan apa yang dialaminya dengan Faust yang melihat diri Helen pada setiap wanita yang ditemuinya.

Saat itu, Freud menjelaskan bahwa fenomena tersebut disebabkan karena dirinya menjadi lebih peka terhadap hal-hal yang berada di dalam alam bawah sadarnya.

Ketika kita melihat “pertanda” yang terus kita temui, baik di dunia nyata maupun imajinasi, jangan-jangan itu disebabkan karena sesuatu yang kita inginkan tapi belum kita sadari sepenuhnya?Jadi mungkin, “pertanda” itu bukan berasal dari lingkungan tapi berasal dari dalam diri kita?

Bagaimana ya rasanya terpukau oleh seseorang sehingga kita terus melihat diri orang itu pada setiap orang yang kita temui?

P.S.: Surat ini bisa ditemukan di bagian Lampiran (Appendix) buku biografi Carl Jung yang berjudul Memories, Dreams, Reflections.

P.S.S.: Postingan kali ini cuma berandai-andai menggunakan surat yang dikirimkan lebih dari 100 tahun yang lalu ya, jadi jangan terlalu dipikirkan secara serius 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s