Sun Go Kong di telapak tangan Buddha

Dulu waktu saya SD, mobil jemputan selalu datang di waktu yang sama. Sebelum mobil itu datang, saya selalu sempat menonton serial Kera Sakti di salah satu channel TV swasta. Saya nggak tahu persis serial itu versi adaptasi yang mana, karena cerita Perjalanan ke Barat ini benar-benar populer dan sudah diadaptasi berulang kali dalam berbagai versi. Saya rasa sebagian besar orang pasti pernah mendengar kisah ini, meskipun mereka tidak terlalu familiar dengan konsep Buddhis yang kental dalam cerita tersebut.

Di dalam cerita Perjalanan ke Barat, ada 3 bab utama. Bab pertama menceritakan tentang seekor kera yang dilahirkan dari batu dan menjadi raja kera karena dia berhasil menemukan sebuah gua yang bisa jadi sarang mereka. Meskipun demikian, raja kera tetap sadar bahwa dia akan mati. Oleh karena itu, dia pergi ke seorang Bodhi untuk belajar caranya menjadi sakti.

Dari gurunya ini, dia diberi nama Sun Go Kong, belajar cara bicara seperti manusia, dan juga 72 Ilmu Mengubah Wujud. Kesaktiannya juga semakin bertambah, karena dia bisa menaiki awan, menempuh jarak ribuan kaki dalam satu lompatan, dan menguasai Ruyi Bang (tongkat emas yang bisa berubah ukuran sesuai kehendak pemiliknya).

Setelah melakukan banyak hal, akhirnya khayangan memberikan dia tempat di langit. Ternyata, dia ditempatkan sebagai penjaga kuda, sehingga dia merasa dilecehkan dan pada akhirnya dia mengobrak-abrik khayangan.

Sepanjang dia mengamuk, dia mendapatkan lebih banyak kesaktian, misalnya benar-benar panjang umur (karena makan buah pir dewa dan pil panjang umur) dan punya mata sakti yang bisa mendeteksi setan (tapi ini membuat dia lemah terhadap asap). Di dalam berbagai versi adaptasi, diceritakan bahwa Go Kong berhasil mengalahkan 100,000 pasukan khayangan, yang masing-masing kekuatannya setara dengan dewa (termasuk Erlang dan Na Zha).

Karena kerajaan khayangan putus asa, Kaisar Giok meminta bantuan Buddha Sakyamuni (terkadang berbeda untuk tiap versi adaptasi) untuk menangkap Go Kong. Buddha menemui Go Kong dan bertaruh bahwa Go Kong tidak akan bisa lari dari telapak tangannya. Karena sudah merasa sangat sakti, Sun Go Kong menerima taruhan tersebut dan langsung melompat ke ujung dunia.

Kalian pasti sudah tahu kelanjutannya… meskipun Sun Go Kong sudah merasa melompat dengan sangat jauh, ternyata dia masih tetap berada di telapak tangan sang Buddha. Sun Go Kong yang merasa sangat sakti ternyata begitu kecil di hadapan Buddha, bahkan untuk keluar dari telapak tangan Buddha saja pun dia tidak bisa. Pada akhirnya Sun Go Kong dipenjara di dalam Gunung 5 Jari (yang dibuat dari telapak tangan Buddha) selama 5 abad, sampai akhirnya dibebaskan oleh biksu yang sedang menempuh perjalanan meraih kitab suci ke Barat.

Kadang-kadang kita juga merasa seperti Go Kong, merasa sudah hebat dengan apa yang sudah kita lakukan atau kita miliki. Tapi, mungkin sebenarnya hal hebat yang bisa kita lakukan itu cuma merupakan hal yang remeh saja buat orang lain. Di dalam dunia kita sendiri, kita merasa seperti semacam orang hebat, namun realitanya bisa saja kita memang masih bukan siapa-siapa.

Belajar untuk tidak seperti Sun Go Kong ini susah, karena bagian pertama dalam buku Perjalanan Barat kurang lebih mirip seperti menceritakan dorongan dasar manusia yang serba ‘ingin’, tanpa mampu mengendalikan diri kita. Mirip seperti konsep id dalam teori Freud ya? Jadi, sifat Sun Go Kong di bagian awal cerita ini merupakan hal yang dimiliki oleh kita semua… masalahnya adalah apakah kita seberapa jauh kita mau belajar untuk mengendalikan diri kita.

Iklan

2 tanggapan untuk “Sun Go Kong di telapak tangan Buddha

  1. Buddha Sakyamuni (terkadang berbeda untuk tiap versi adaptasi) ???
    Buddha Sakyamuni ( sanskrit )
    Se Jia Muo Ni Fo ( mandarin ) = Buddha dari suku Sakya.
    Tathagata ( sanskrit )
    Ru Lai Fo 如来佛 ( mandarin )
    Ju Lai Hud ( hokkian china ) = Ia Yang Telah Datang, kata yang oleh Buddha Sakyamuni digunakan untuk memanggil dirinya sendiri ketika ia masih hidup.
    Mungkin yg dimaksud penulis berbeda penyebutan dalam tiap versi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s