Sama-sama ga ngerti

Ada perbedaan antara 1) tulisan yang dengan sengaja diisi jargon ajaib sebanyak-banyaknya dan 2) tulisan yang berasal dari pemahaman yang mendalam.

Saya pernah bertemu dengan orang yang… wah, bahasanya tinggi sekali, hampir tiap kalimat ditempel dengan istilah-istilah filsafat. Pendengarnya waktu itu manggut-manggut saja. Beberapa lama kemudian, saat saya bertanya ke orang lain yang ikut mendengarkan, ternyata mereka juga nggak ngerti orang tersebut ngomong apa. Tapi, justru karena nggak bisa dimengerti, orang itu malah dianggap pintar sekali oleh orang lain.

Selang beberapa tahun, saya semakin banyak membaca dan belajar. Lalu saya menemukan bacaan yang jadi rujukan omongan si orang tersebut… dan setelah saya baca, renungkan, dan diskusikan dengan beberapa teman, muncul dugaan: jangan-jangan orang itu dulu juga ga betul-betul ngerti esensi bacaan ini dan asal ngomong saja!

Jadi saat kita menghadapi sesuatu yang terlalu ‘canggih’ sampai-sampai tidak bisa kita pahami, itu bukan selalu berarti kita bodoh banget dan dia pintar banget. Bisa jadi memang yang kita hadapi ini ngaco dan keliru penyampaiannya, makanya gak bisa dipahami. Apalagi di jaman ini, semua orang dapat tempat untuk bersuara. Yang bisa kita dengar belum tentu benar, tepat, atau bermanfaat.

Lagipula, jika memang benar-benar memahami sesuatu, tentunya kita bisa menjelaskan konsep itu dengan lebih clear, bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s