Perubahan Ulat

Beberapa hari belakangan ini saya bekerja terkait dengan sebuah institusi keuangan yang sedang berusaha melakukan perubahan dalam skala nasional. Karena hal tersebut, saya jadi ingat sebuah kisah perumpamaan yang dulu pernah saya dengar:

Q: Kenapa ulat membungkus dirinya rapat-rapat saat mau berubah menjadi kupu-kupu?
A: Supaya ulat yang lain tidak bisa mendengar suara jeritannya dari dalam kepompong. Proses perubahan itu sakit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s