Film dengan unsur religi

Film yang ada unsur religi atau menggunakan tokoh/figur agama itu lebih sulit dikritik ya. Saat saya bilang bahwa “ternyata film Passion of the Christ itu jelek ya”, malah banyak yang tersinggung, seolah-olah saya menyinggung agama mereka. Padahal yang saya bilang jelek itu kan filmnya. Begitu pula hal yang sama terjadi saat saya bilang film Ayat-ayat Cinta jelek, kok seolah-olah saya ikut menghina agama mereka.

Kalau kebal kritik, kok rasanya jadi mirip ideologi agama itu sendiri ya…

Sekarang, hal yang sama terjadi untuk film Soegija.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s