on not being House

Pernah nonton serial House, MD? Tokoh utamanya, Gregory House, adalah seorang dokter yang paralel dengan Sherlock Holmes. Dia juga tipe orang yang suka bicara sarkastis dan kasar terhadap orang lain. Orangnya sangat judgmental. Apa adanya, sesuai dengan apa yang dia pikirkan. A British person in an American show. Kalau kamu bukan Gregory House, ada konsekuensi tertentu jika kamu meniru gaya bicaranya. Apalagi saat menyampaikan apa pendapat kamu tentang orang yang kamu temui.

Kalau ternyata salah, orang akan tidak suka sama kamu karena being judgmental itu dianggap negatif oleh masyarakat, kamu menghakimi orang meskipun cuma melihat satu sisi saja, not being in their shoes, dan seterusnya, dan lain-lain. Pokoknya intinya kita gak memahami kenapa mereka menampilkan perilaku begitu, jadi kita salah dan perlu merasa bersalah.

Kalau ternyata benar, orang juga akan tetap tidak suka dengan kamu, karena… siapa sih yang suka dihadapkan pada ugly truth? Siapa yang suka diberitahu bahwa mereka sebenarnya hanya memanipulasi emosi orang lain, hidup dari pujian, gak berbakat, atau kenyataan buruk lainnya?

Ini contoh situasi lose-lose yang gak oke banget. Jadi kadang-kadang kebanyakan orang berpikir lebih baik tutup mulut aja, lalu silently judging people inside their head. This is what most people do

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s