TEDx: Fenomena Global dan Lokal

TEDx

TEDx adalah fenomena menarik: sekumpulan orang mengundang beberapa pembicara dari berbagai bidang untuk bicara di depan orang-orang terpilih, dengan tujuan untuk menyebarkan ide tersebut. Non-profit tentunya. TEDx sendiri merupakan program dari TED, yang diselenggarakan secara independen selama masih mengikuti panduan yang diberikan oleh pihak TED. Yang membuatnya jadi menarik adalah membludaknya jumlah TEDx diseluruh penjuru dunia. Penjelasan singkat tentang TED dan TEDx bisa mudah dipahami dengan menonton animasi di bawah ini.


TEDx di Indonesia

Indonesia pun ikut dalam gerakan global ini. Sekarang sudah ada TEDxJakarta, TEDxBandung, TEDxMakassar, TEDxUbud, TEDxTangsel, dan TEDx lainnya. Katanya sih ada juga TEDxYogyakarta dan TEDxBorneo. Setiap TEDx regional itu menghadirkan pembicara keren yang membuat pengunjungnya terpukau.

Dari sini, efek word-of-mouth pun terjadi, dan hype acara TEDx semakin meningkat. Acara TEDxJakarta di bulan April lalu tiketnya habis dalam waktu 3-5 menit, padahal seatnya ada ratusan. Hal yang sama juga terjadi di TEDxBandung, meskipun nggak sampai ludes-dalam-3-menit juga sih.

Banyak orang yang terdorong untuk menciptakan TEDx di tempat asalnya setelah mengikuti TEDx di kota lain. Founder TEDxBandung terdorong setelah menghadiri TEDxJakarta. TEDxITB dan TEDxITT juga muncul setelah ada mahasiswa dan alumni kampus tersebut yang menghadiri TEDxBandung.

Campus-based TEDx

Tahun 2011 dan 2012, di Indonesia lahir banyak TEDx berbasis kampus di kota Jakarta dan Bandung. Kampus pertama yang menciptakan acara TEDx adalah UI, sedangkan di kota Bandung yang pertama kali melakukannya adalah ITB. Di tahun 2012, kampus lain di kota Bandung yang melakukan hal yang serupa. Sekarang di kota Bandung ada empat TEDx di kampus masing-masing: TEDxITB, TEDxITT, TEDxMCU, dan TEDxUnpad. Saat saya menulis artikel ini, muncul juga TEDxUPI.

Lalu, apa yang membedakan TEDx regional dan TEDx berbasis kampus? Ini pertanyaan menarik yang dapat direnungkan kembali oleh setiap organizer. Kalau tidak ada pembedanya, tentu ini bisa membuat orang menjadi jenuh karena frekuensi acaranya terlalu sering.

Ibarat komentar hipster, acaranya jadi terlalu mainstream šŸ˜› Gambar di kiri ini merupakan argumen menarik dari Artanto Ishaam (organizer TEDxUI) tentang apa yang bisa menjadi ciri dari TEDx berbasis kampus. Pendapatnya sangat logis, dan setahu saya TEDxUI memang menggunakan resource kampus (pembicara dari kampus, lokasi di kampus, dan pengunjungnya juga internal kampus) dalam melaksanakan acara mereka. Bulan lalu saya menghadiri acara kedua mereka dan juga sudah bikin postingan blog tentang acara tersebut.

Tapi, dari pihak TED sendiri tidak ada keterangan yang spesifik mengenai syarat-syarat yang perlu dipatuhi oleh TEDx berbasis kampus (aturan dari TED memang tidak terlalu ketat dan guidelines itu sebenarnya berfungsi untuk membantu menjaga kualitas acara kita sendiri). Dalam milis TEDx Licencees, diharapkan TEDx yang ada di dalam kampus dapat menjadi lembaga think-tank yang membantu kampus (dan penghuninya) untuk memecahkan masalah yang mereka temui.

Nah, apakah TEDxITB, TEDxITT, TEDxMCU, TEDxUnpad, dan TEDxUPI sudah menggunakan TEDx sebagai langkah awal untuk melakukan kolaborasi dan menghasilkan sesuatu? Atau gerakan TEDx di dalam kampus ini kayak reaksi latah saja karena tidak mau kalah dengan kampus lain? Saya kurang tahu karena saya tidak kuliah di kampus-kampus tersebut šŸ˜› Yang jelas, jika tidak ada pembeda antara TEDx berbasis kampus dengan TEDx regional, kan rasanya sayang juga, lebih baik semua sumber daya itu dipusatkan saja agar menghasilkan sesuatu yang hasilnya luar biasa. Tapi kalau memang di dalam TEDx berbasis kampus itu kemudian dilakukan langkah lanjutan untuk melakukan kolaborasi atau menciptakan sesuatu yang baru, bisa muncul banyak hal luar biasa di tiap kampus tersebut. Apalagi di Bandung yang sebenarnya tidak terlalu besar tapi punya ENAM acara TEDx.

Iklan

Satu tanggapan untuk “TEDx: Fenomena Global dan Lokal

  1. tedx sangat menarik, inspirasi kini tak mesti mahal. syukurnya tedx banyak di unggah ke dalam youtube jadi tidak hanya orang pilihan saja yang bisa mendengarkan inspirasi menarik para pakar.

    tapi orang orang yang memilih untuk mendengar dan melihat akan mendapat inspirasi,

    makasih, artikelnya menarik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s