TEDxMCU: Show Off

Bulan April ini, kampus Universitas Kristen Maranatha -yang entah kenapa berganti nama jadi Maranatha Christian University- mengadakan acara TEDx untuk pertama kalinya. Foundernya adalah Firda Aprilia, junior saya di fakultas Psikologi. Saya cukup senang juga bahwa foundernya adalah anak psikologi, jadi saya agak turut bangga (ini basking in reflected glory banget yah :D) atas hal ini. TEDxMCU ini bukan TEDx berbasis kampus pertama di kota Bandung, sebelumnya sudah ada TEDxITB dan TEDxITT. TEDxUnpad juga punya rencana untuk bikin acara di bulan berikutnya.

Tema yang diangkat dalam acara pertama ini adalah Show Off. Bukan dalam arti pamer dan sombong, tapi menonjolkan hal-hal positif yang dimiliki oleh masing-masing pembicara. Acara ini diadakan di Gedung Serba Guna yang sebenarnya dalam kondisi sekarat, berhubung mau diruntuhkan dan dijadikan student center (gosipnya 15 lantai, entahlah… mungkin pihak kampus alergi dengan gedung yang nggak tinggi). Untungnya cuaca tidak begitu buruk sehingga kita nggak kehujanan di dalam gedung.

Jumlah panitianya cukup banyak, meskipun sebenarnya yang pernah menghadiri TEDx cuma 2 orang. Menarik juga, mungkin ke depannya akan ada lebih banyak TEDx enthusiast dari kampus ini (meskipun lebih telat dari kampus lain, tak apa lah). Sama dengan berbagai kampus lain di Indonesia yang punya TEDx, kebanyakan panitianya adalah mahasiswa tingkat 2-3.

Acara dimulai jam 10, sehingga saya punya cukup waktu untuk melihat-lihat siapa saja pengunjung di acara kali ini. Agak lucu juga, karena banyak sekali pengunjung dari pihak luar kampus Maranatha. Rasanya ini bisa diperbaiki lagi agar lebih banyak pihak internal yang mendapatkan manfaat dari acara TEDx di dalam kampus. Kalau pengunjungnya lebih banyak orang luar, nanti kan jadi nggak ada bedanya kan dengan TEDx regional…

Anyway, pembicara acara ini bisa kalian lihat di poster atas. Sesi pertama dibuka dengan Maradilla, yang bicara tentang proses kreatifnya dalam menciptakan karya. Langsung dilanjut dengan Angga Simamora, ahli Human Capital yang bicara tentang banyak anekdot mengenai perilaku manusia. Lalu, sesi ini ditutup dengan Ernest Prakasa, yang nggak bicara soal stand-up comedy, melainkan tentang gimana caranya jadi happy. Sesi pertama ini sebetulnya cukup menarik, meskipun agak sayang juga bahwa nggak ada alumni Maranatha di sesi ini.

Tapi ini kemudian terobati di sesi kedua, yang diisi dengan Tauhid Nur Azhar (dosen Fakultas Psikologi, dulu saya belajar psikologi Faal dari orang ini… selalu bingung apakah ini sedang ngajar fisiologi manusia atau lagi stand-up comedy), dan Rivaba Satrio (musisi blues yang ternyata cuma 1 angkatan di atas saya, keren banget main gitarnya). Di sesi ini, ada Adi Panuntun yang karya video mappingnya sangat luar biasa (saya pernah menonton Adi Panuntun 2 tahun yang lalu di TEDxJakarta, sekarang karya-karyanya makin keren). Lalu, acara ini ditutup dengan pembicara paling terkenal: Ahmad Fuadi, yang karya novelnya “Negeri 5 Menara” booming dan dibuat filmnya.

Mudah-mudahan acara TEDxMCU ini menimbulkan semangat dan menjadi trigger bagi civitas MCU untuk lebih banyak mengadakan acara berbagi ide yang bisa memajukan kapabilitas mahasiswanya. Selain itu, mudah-mudahan acara TEDxMCU ini nggak cuma sekali jalan saja, tetapi bisa berlangsung lagi tahun depan dengan tim baru ang tetap mampu menghasilkan acara keren. Kudos untuk organizer tahun ini yang tetap bisa melaksanakan acara seperti ini meskipun harus berjuang menghadapi UTS. Semoga dari TEDxMCU ini lahir suatu kolaborasi menarik antara organizer atau pembicara, jangan sampai TEDxMCU berhenti di tahap organizing event saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s