Tortuga

Seorang pria menjadi awak kapal di sebuah kapal bajak laut. Yang dia lakukan di kapal tersebut hanyalah menyediakan makanan bagi kapten dan awal kapal, menjaga kondisi kapal agar tetap bersih dan bisa digunakan untuk merompak. Karena pertimbangannya pribadi, dia tidak ikut membunuh awak kapal rampasan yang tidak melawannya, tidak membunuh perempuan, dan tidak membunuh anak-anak. Dari hasil rampasan awak kapal, dia memperoleh banyak kekayaan yang bisa dia gunakan untuk membeli apa pun yang dia inginkan di Tortuga.

Pada suatu ketika, kapal bajak laut tersebut ditangkap oleh angkatan laut. Seluruh awak kapal, mulai dari kapten hingga pria ini ikut tertangkap. Angkatan laut memberikan vonis mati kepada semua awak kapal karena mereka semua bersalah telah merampok kapal, membunuh, dan seterusnya. Pria ini protes karena dia dianggap sama dengan awal kapal bajak laut yang lain, tapi angkatan laut tidak mendengarkan ratapannya karena dia tidak bisa membuktikan bahwa dia tidak bisa melakukan hal tersebut. Pada akhirnya, dia tetap mendapatkan vonis yang sama dan mengalami nasib yang sama dengan awak lainnya: berakhir di tiang gantungan.

Kisah di atas merupakan ilustrasi tentang resiko dari melakukan tindakan yang berada di wilayah abu-abu, yang tidak jelas posisinya apakah sepenuhnya dilindungi oleh hukum atau dilarang oleh hukum. Yang jelas, itu merupakan tebing terjal yang sangat berbahaya, karena kita bisa terpeleset di jurang tersebut, padahal kita hanya menginjakkan ujung kaki kita di satu bagian tebing tersebut. Hukum dan aturan punya fungsi ganda: mengatur perilaku dan juga melindungi diri kita sendiri. Saat kita berada di wilayah abu-abu, tidak ada yang melindungi kita, sehingga kita bisa berakhir seperti mereka yang tergelincir jatuh dari tebing tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s