Efek Dunning-Kruger

Hari ini saya posting 2 kali, karena kemarin terlalu sibuk sampai-sampai nggak sempat posting apa-apa di blog. Di akhir tahun, saya berharap punya 366 post di blog ini… jadi anggap saja ini pengganti yang kemarin. Postingan blog kali ini adalah sebuah cerita yang berawal dari pengamatan, seperti biasa.

Sejak dulu, saya sering mengalami kesulitan dalam memahami perilaku manusia (makanya sering bikin blunder dan faux fas dalam interaksi sosial). Saya merasa lebih mudah memahami sistem komputer yang (saat itu diajarkan di sekolah) berbentuk diskrit. Kalau nggak 1, ya 0. Kalau bukan A, berarti B. Kalau bukan B, ya C. Tinggal dilihat aja dirancangnya seperti apa. Ini jadi salah satu motivasi saya untuk belajar dengan serius di psikologi, sebab saya lebih bersemangat mempelajari sesuatu yang belum saya pahami.

Yang mengherankan, saya seringkali bertemu dengan orang-orang yang merasa lebih punya kemampuan sosial dibandingkan saya (terus… mereka mengumbar keunggulan mereka tersebut di depan saya). Pada saat itu, saya tidak tahu apakah anggapan mereka terhadap dirinya sendiri itu benar atau tidak. Setelah saya lebih banyak mengamati perilaku manusia dan mempelajari ilmu psikologi lebih dalam, saya sampai pada kesadaran bahwa ternyata mereka pun… tidak lebih memahami perilaku manusia dibandingkan saya. Mereka juga dihadapkan dengan kebingungan, keraguan, kecemasan dalam memaknakan perilaku orang lain. Yang membedakan saya dan mereka hanyalah kesadaran akan inkompetensi kami. (Belakangan, saya semakin sadar bahwa buanyak sekali orang yang mengalami kebingungan dan kesulitan yang sama).

Dalam psikologi kognitif, ini merupakan bias pikiran yang dinamakan dengan Dunning-Kruger Effect. Istilah ini merujuk pada fenomena menarik: orang yang inkompeten dalam suatu hal justru punya kecenderungan untuk tidak menyadari ketidakmampuannya dan justru malah menganggap dirinya lebih kompeten dibandingkan dengan orang lain. Dalam dunia pelatihan, ini istilahnya unconscious incompetence. Basically, they’re too stupid to know that they’re stupid (having no access to insight), kata Rational Wiki. Udah gak pinter, sok pinter lagi!

Itu berlaku bukan hanya dalam kemampuan sosial, tapi juga dalam hal lainnya. Siapa yang merasa bahwa dia lebih humoris dibandingkan teman-temannya? Siapa yang merasa bahwa dia lebih logis dibandingkan teman-temannya? Siapa yang merasa intuisinya lebih tajam dibandingkan teman-temannya? Siapa yang merasa perasaannya lebih peka dibandingkan teman-temannya? Siapa yang merasa lebih tahu makna hidup dibandingkan dengan teman-temannya? (karena merasa lebih religius atau entahlah, hal lainnya?)

Nah, bias kognisi seperti ini sulit untuk dideteksi sendirian. Jadi setelah membaca ini, jika kalian merasa punya keunggulan dalam suatu hal, renungkan kembali: apakah saya memang pandai dalam hal ini, atau saya ini terlalu bodoh sampai-sampai tidak tahu bahwa saya bodoh? Kalau perlu, sering-seringlah bertanya kepada orang lain. Tapi selektiflah dalam memilih orang yang kalian tanyakan. Jika kalian bertanya kepada teman, kalian saling memiliki motivasi untuk menimbulkan kesan baik, sehingga semakin sulitlah bagi kalian untuk berterus terang. Tanyakan kepada orang yang mengenal kalian tapi tidak punya motivasi untuk menimbulkan kesan baik di hadapan kalian. Dia akan lebih jujur. Permasalahannya, apakah kalian mau menerima penilaian dari dia?

Rumit ya? Iya. Soalnya manusia itu kompleks. Memahaminya butuh waktu sangat lama…

P.S: Belakangan saya bertemu dengan teman-teman di dunia IT yang menjelaskan bahwa sistem komputer juga tidak sesederhana yang dulu diajarkan di SMA (iya lah!). Saking rumitnya, sampai-sampai saya terdorong untuk segera melupakan istilah dan konsep programming tersebut šŸ˜›

Iklan

Satu tanggapan untuk “Efek Dunning-Kruger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s