Deterministik

Salah satu pandangan filosofis yang ada dalam hidup manusia adalah pandangan deterministik. Ini pandangan yang menyatakan bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini sudah ditentukan oleh kondisi-kondisi yang sudah terjadi sebelumnya. Dengan kata lain, kita tidak bisa menghindari hal-hal yang akan terjadi terhadap diri kita. Sejenis “takdir”, kalau boleh dibilang.

Dalam ilmu psikologi, ada perspektif psikoanalisis dan behavioristik yang sedikit banyak bernuansa deterministik. Bagaimana orangtua kita memperlakukan kita di lima tahun pertama kehidupan akan menentukan seperti apa kita di masa depan. Jika terjadi ketidakpuasan pemenuhan kebutuhan, maka akan terjadi fiksasi pada diri orang tersebut, sehingga muncul pola kepribadian tertentu. 

Ini hal yang perlu kita pikirkan saat menghadapi orang yang berbeda dengan diri kita. Kita tidak tahu apa yang sudah terjadi terhadap diri mereka sebelum berhadapan dengan diri kita. Bisa saja mereka menjadi seperti itu karena memang tidak bisa menghindari “takdir”-nya. Biar bagaimanapun juga, diri kita adalah akumulasi dari segala hal yang terjadi terhadap diri kita.

Dari situ, kita juga perlu ingat untuk menahan diri supaya tidak memaksakan agar orang lain menjadi sama seperti yang kita inginkan. Tidak semua orang mengalami hal yang sama dengan kita, sehingga tidak semua orang bisa menjadi sama dengan kita.

Mungkin kita harus lebih banyak belajar merasa nyaman dalam perbedaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s