You don’t have Asperger’s. You’re just socially awkward.

Dalam artikel New York Times berjudul “Asperger’s History of Overdiagnosis” yang ditulis oleh seorang psikiater bernama Paul Steinberg, tertulis bahwa ‘vonis’ Asperger melonjak saat Kementrian Pendidikan di Amerika mengelompokkan gangguan perkembangan sosial dalam kelompok yang sama dengan sindrom autisma.

Keputusan ini diberlakukan secara bertahap di beberapa negara bagian, dan ternyata di negara bagian yang sudah menjalankan keputusan tersebut, vonis Asperger meningkat drastis. Dalam artikel tersebut juga diceritakan beberapa tokoh seperti Einstein, Orwell, dan Buffet yang dicurigai mengidap Asperger karena mereka menunjukkan simptom tertentu, padahal sebenarnya kalau kita lihat the big picture-nya, nggak mungkin mereka adalah seorang Asperger (detailnya lihat di artikel NY Times itu ya).

Ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita. Kalau kita mengelompokkan orang ke dalam suatu label tertentu karena dia menunjukkan simptom perilaku tertentu, maka seringkali kita akan melakukan ‘diagnosa’ yang keliru. Apalagi kalau kita nggak benar-benar terampil dalam memahami manusia (kalau belajar Psikologi Abnormal dan tidak hati-hati dalam memberikan labeling, bisa-bisa kita menganggap bahwa kita dikelilingi oleh orang neurotik melulu, padahal kan ada kadar dan derajatnya). Sebaliknya, jika kita melakukan over-diagnose terhadap diri kita sendiri dan memberikan label kepada diri kita sendiri (apalagi label negatif), justru kita malah membatasi diri kita.

Judul artikel ini sebenarnya ditujukan kepada beberapa orang yang mendiagnosa dirinya sendiri sebagai “Asperger”. Sebetulnya sih bukan Asperger, tapi memang mereka nggak mumpuni saja dalam keterampilan sosial, tapi nggak mau “bertanggung jawab” atas ketidakmampuan mereka. Kalau bisa menimpakan kesalahan pada sindroma penyakit kan lebih enak, bahkan mereka terkesan sebagai korban dan malah justru harus dimaklumi. Pengidap Asperger’s itu bisa dilihat dari faktor biologis, struktur otaknya memang berbeda. Jadi nggak semua orang kurang ajar yang nggak luwes dalam bicara adalah pengidap Asperger atau highly-functioning autistic person.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s