Yes, but…

Hari ini saya membeli buku terjemahan bahasa Indonesia karya Dr. Adil Shadiq, seorang penulis dari Kairo. Buku itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Mengerti Permainan Psikologi”. Dari judulnya, nampak jelas bahwa buku ini dilandasi oleh konsep Transactional Analysis dari Eric Berne. Jika kalian pernah mengontrak mata kuliah psikoterapi, mungkin kalian pernah mendengar nama tokoh ini. Eric Berne menjadi sangat terkenal setelah bukunya yang berjudul “Games People Play” menjadi best-seller selama 2 tahun berturut-turut, ini peristiwa yang langka untuk kategori buku non-fiksi.

Sejauh ini isi bukunya –surprisingly– lumayan bagus, meskipun terkadang ada kosakata berbau religi yang kayaknya nggak pada tempat yang tepat. Tapi biarlah, sepertinya konsep dasar teorinya tetap sama.

Jadi apa sih yang sebetulnya dibahas dalam buku Adil Shadiq dan Eric Berne? Mereka membahas tentang “permainan psikologis” yang dimainkan oleh diri kita baik secara sadar maupun tidak sadar. Biasanya dalam permainan tersebut, kita menjadikan diri kita sebagai tokoh utama dan menjadikan tokoh yang lain sebagai tokoh pembantu / antagonis. Tujuan dari permainan ini -tentu saja- adalah membuat si tokoh utama (yaitu kita) berhasil menang dan mencapai tujuan yang ingin dicapainya.

Salah satu bentuk permainan psikologis yang paling populer adalah “Yes, but…” (awalnya memberi afirmasi tapi ujung-ujungnya menegasikan) yang menjadi judul postingan ini. Saya ingin membahas beberapa permainan psikologis yang ada dalam konsep Transactional Analysis, tapi saya belum selesai membaca buku Adil Shadiq, jadi saya tangguhkan dulu ke postingan berikutnya.

Jika orang lain memancing kita untuk masuk ke dalam permainan psikologis, jangan biarkan diri kalian terseret ke dalamnya. Karena dalam permainan psikologis seseorang, tokoh utamanya adalah dia seorang, sedangkan kita akan dijadikan tokoh pembantu atau antagonis. Ditambah lagi, dalam dunia permainan psikologis, realita yang berlaku adalah realita yang dibentuk oleh si tokoh utama, bukan realita yang objektif.

A strange game, the only winning move is not to play.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s