Shades of Gray Gods

Saya suka mitologi Yunani, sebab kebanyakan dewa-dewinya berada di area abu-abu. Hampir tidak ada dewa yang benar-benar “putih” atau benar-benar “hitam”. Zeus memang pemimpin dewa-dewa di Olympus, dia sangat sakti, penguasa langit dan petir… tapi suka selingkuh dan memperkosa. Dewa Poseidon penguasa laut, tapi juga suka memperkosa manusia dan menenggelamkan kapal. Hades penguasa Tartarus (tempat orang mati), tapi dia sangat dihormati dan dipuja karena orang Yunani menganggap kematian sebagai sesuatu yang sakral.

Ini berbeda dengan agama-agama modern saat ini, yang banyak menggunakan dikotomi hitam-putih. Yang putih itu Tuhan dan malaikat. Yang hitam itu setan dan iblis. Agama kita tuh putih, soalnya benar. Agama lain itu hitam, karena sesat. Itu nonsense banget. Memang sih kita perlu role model yang sesempurna mungkin, tapi itu terlalu sempurna sehingga tidak bisa dicapai. Justru lewat role model yang abu-abu, kita belajar bahwa setiap individu punya kelemahan. Kita tidak lagi mencitrakan diri kita sebagai ‘orang baik’ atau serba sempurna, karena dewa pun tidak sepenuhnya baik dan sempurna.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s