Job: The Choice Is Yours

Pekerjaan adalah pilihan. Kita punya kuasa untuk memutuskan dan memilih pekerjaan apa yang ingin kita kerjakan. Tentu saja, setiap keputusan dan pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Kalau kamu ingin punya pendapatan yang tetap, jangan bekerja freelance. Kalau kamu tidak suka bekerja dari jam 8 sampai 5 selama Senin-Jumat, jangan pilih kerja kantoran. Kalau kamu lebih suka pekerjaan yang memiliki prosedur yang jelas, pilihlah kerjaan administratif. Kalau kamu lebih suka berada di luar ruangan, pilihlah kerjaan outdoor. Kalau kamu tidak suka ketidakpastian, jangan berwirausaha.

Kalau kamu tidak suka mendengarkan orang lain dan lebih suka menasehati orang lain, jangan menjadi psikolog. Kalau kamu tidak suka peraturan, jangan menjadi tentara. Kalau kamu tidak ingin selalu merasa takut akan tertangkap basah atau dilaporkan, jangan menjadi pelaku kejahatan. Kalau kamu lebih suka mencari uang, jangan menjadi guru. Kalau kamu tidak suka menyemangati orang lain, jangan menjadi motivator. Kalau kamu tidak suka bersikap manis terhadap orang yang tidak kamu kenal, jangan menjadi sales.

You know, the list can go on forever…

Ini konsep yang sederhana, tapi terkadang kita sering melupakan bahwa pilihan selalu berada di tangan kita. Postingan ini nggak ditujukan untuk seseorang saja, tapi saya jadi agak gatal untuk menulis sesuatu karena rupanya tidak sedikit orang-orang yang mengeluhkan konsekuensi yang mereka alami karena mereka memutuskan untuk melakukan suatu pekerjaan yang mereka pilih!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s