127 Hours (2010)

Saya baru saja selesai menonton DVD film 127 Hours. Film ini menceritakan kisah nyata seorang hiker bernama Aron Ralston yang terjebak dalam sebuah lembah (canyon) di daerah Utah. Dia tidak bisa keluar karena tangan kanannya terjepit batu, sehingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. Film ini menceritakan apa yang dialami oleh Ralson selama 5 hari berikutnya di dalam lembah tersebut.

Ini film yang menarik karena tokoh utamanya… sama sekali tidak bergerak. Ya iya lah, kan tangannya terjepit batu. Ini film yang nuansa claustrophobic-nya sangat kental sekali, sampai-sampai saya juga ikut merasa tegang saat menontonnya. Klimaks film terjadi di penghujung film setelah Ralston mulai mengalami halusinasi dan memutuskan untuk… memotong tangannya.

Film ini sangat minim tokoh, karena hampir seluruh film hanya menampilkan Ralston saja, tokoh lain benar-benar hanya sebagai figuran. Ini merupakan pencerminan dari sifat Ralston yang merupakan seorang penyendiri sejati, sampai-sampai di filmnya pun tidak ada lawan bicaranya.

Ada satu hal yang membuat saya berpikir kembali dalam film ini: ternyata manusia memang sangat kecil bila dibandingkan dengan seluruh kehidupan di planet bumi ini. Manusia hanyalah microcosm terkecil di alam semesta ini. Pemikiran ini terlintas di kepala saya saat adegan Ralston yang baru terjepit batu di lembah tersebut dan kameranya zoom out dan menunjukkan betapa terpencilnya dan betapa kecilnya posisi dia.

Dunia ini memang mengagumkan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s