What The Dog Saw, Malcolm Gladwell

What the Dog Saw, dan Petualangan-Petualangan LainnyaWhat the Dog Saw, dan Petualangan-Petualangan Lainnya by Malcolm Gladwell

My rating: 5 of 5 stars

“Good writing does not succeed or fail on the strength of its ability to persuade. It succeeds or fails on the strength of its ability to engage you, to make you think, to give you a glimpse into someone else’s head.” – Malcolm Gladwell

Buku ini merupakan kumpulan tulisan Gladwell yang diterbitkan di koran The New Yorker. Nah, Malcolm Gladwell adalah seorang jurnalis. Bagi saya ini menarik karena saya belum pernah menemui seorang jurnalis di Indonesia yang dapat membuat liputan suatu kisah yang menarik seperti yang dilakukan oleh Gladwell (atau mungkin ada, tapi saya kurang banyak membaca sehingga tidak mengetahui keberadaannya). Mengapa belum pernah ada jurnalis seperti Gladwell? Mungkin karena orang seperti Gladwell sangat langka di dunia ini; hanya sedikit sekali orang yang memiliki “rasa penasaran” yang begitu hebatnya sampai-sampai orang tersebut mau meliput secara mendalam cerita yang sekilas tidak menarik. Bayangkan, salah satu cerita di dalam buku ini adalah “Sejarah Saos Tomat”. Kesannya sangat biasa sekali kan? Tapi kenyataannya cerita itu merupakan salah satu cerita yang paling menarik di buku “What The Dog Saw”.

Buku ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang para “Genius Minor” (“Obsessives, Pioneers, and Other Varieties of Minor Genius”). Orang-orang yang sangat pintar, tapi tidak menonjol seperti Einstein. Salah satu tokoh yang dibahas adalah pawang anjing yang dapat memahami isi pikiran anjing. Buku ini diberi judul “What The Dog Saw” karena dalam cerita tersebut, Gladwell berusaha menggali hal apa yang dilihat oleh anjing sampai-sampai mereka mau mematuhi si pawang tersebut. Kebanyakan tokoh yang dibahas pada bab pertama ini adalah orang Amerika. Yah, itu wajar mengingat Gladwell berdomisili di Amerika dan bekerja untuk koran di New York. Tapi ada juga tokoh yang rasanya tidak cocok untuk dimasukkan ke dalam kategori “Genius Minor”. Misalnya Taleb, orang Wall Street yang mengubah cara berpikirnya dalam berinvestasi setelah mengalami suatu bencana.

Bagian kedua membahas tentang “Theories, Predictions, and Diagnoses”. Bagian ketiga buku ini membahas tentang Kecerdasan dan Bakat. Ini bagian yang paling menarik bagi saya, sebab saya kuliah di Fakultas Psikologi. Bicara tentang psikologi, nampaknya banyak topik-topik Gladwell yang berkaitan dengan ilmu Psikologi (apalagi dalam buku sebelumnya, Blink) dan banyak tokoh-tokoh kontemporer dari ilmu Psikologi yang dicantumkan namanya oleh Gladwell. Mungkin dia memang memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap bidang Psikologi.

Yang jelas, buku ini sangat saya rekomendasikan untuk dibaca oleh siapa pun. If you do so, you’re in for a very good treat. Beneran.

View all my reviews

Iklan

14 tanggapan untuk “What The Dog Saw, Malcolm Gladwell

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s