Kebebasan Hak Beragama


Kemana Toleransi dan kerukunan?

Masalah kebebasan beragama kembali jadi masalah panas setelah terjadi penusukan terhadap jemaat HKBP di Ciketing, Bekasi. Sebelumnya, masalah yang sama juga dialami oleh penganut aliran Ahmadiyah. Sampai kapan pun, rasanya masalah agama di Indonesia tidak akan pernah berakhir. Terkadang saya berpikir, sebaiknya semua orang tidak beragama saja, biar gak ada lagi yang dipertengkarkan.

Anekdot yang sering dibahas mengenai agama di Indonesia: kita adalah satu-satunya negara di dunia ini yang memiliki Mentri Agama. Aneh banget ya? Jadi maksudnya agama itu diatur-atur oleh satu badan kementrian gitu? Padahal agama di Indonesia ada beragam, tapi seolah-olah dianggap negara Islam, berhubung itu agama mayoritas. Padahal dalam Islam sendiri juga katanya ada banyak aliran yang berlainan paham.

Saya semakin cemas melihat perkembangan masalah ini karena memperlihatkan bagaimana pejabat negara pun memiliki sikap diskriminatif terhadap agama lain yang bukan agamanya. Polisi, Mentri, bahkan Ketua DPR pun terasa diskriminatif. Presiden terasa gak tegas, figur otoritas yang mampu menengahi pun tidak ada.

Di Amerika, Obama dan Bloomberg justru mendukung didirikannya masjid (Park 51) di Manhanntan, 2 blok dari area Ground Zero. Menarik bukan? Negara yang seringkali dihujat oleh penganut aliran garis keras justru merupakan negara yang jauh lebih menghormati hak manusia untuk menjalankan ibadah.

Mungkin banyak orang yang berpikir bahwa Indonesia adalah negara Islam. Mungkin mereka tidak tahu kalau dari sejarahnya, Indonesia sebenarnya adalah negara Hindu. Kerajaan-kerajaan di Indonesia pada awalnya diwarnai oleh kebudayaan Hindu. Bener kok. Ajaran Islam baru datang belakangan, saat para pedagang dari Timur Tengah mulai berdatangan.

Jika kita menonton televisi, makin banyak saja orang yang menggunakan bahasa Arab dalam dialog sehari-hari. Selalu mengutip ayat-ayat dari buku suci dengan bahasa asing. Itu jelas-jelas tidak nasionalis kan? Buku diciptakan dimana tapi dipraktekkan dimana. Tapi mengapa tidak ada yang menegur?

1000 Lilin

Saat ini dilakukan aksi damai menyalakan lilin di Bundaran HI, dalam rangka mendukung kebebasan beragama di Indonesia. Salah satu fotonya bisa dilihat di atas, saya ambil dari situs berita Kompas. Tapi, saat lilin terakhir terbakar habis, adakah pejabat negara yang peduli?

Sumber gambar:
Tempointeraktif
Kompas
Iklan

Satu tanggapan untuk “Kebebasan Hak Beragama

  1. betul banget tuh !
    malah yang ada cuma “fanatisme”..
    memang nggak semuanya sih, tapi makin ke sini makin banyak aja yang kayak gitu..
    bukan nggak boleh senang sm agamanya, tapi ya jangan keterlaluan..
    mau menegur ya gimana juga.. nanti malah agama kita yang dijahatin 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s