Profile Picture Facebook (atau jejaring sosial lainnya)

d_silhouette

Boleh percaya atau nggak, tapi buat saya profile picture Facebook seseorang punya makna yang cukup berarti. Menurut saya, profile picture seseorang bisa memberikan kilasan mengenai kepribadian orang tersebut. Kok bisa? Ya iya lah, kan lewat profile picture tersebut seseorang mendapatkan kesempatan untuk menampilkan dirinya kepada dunia. Profile picture itu menjadi saluran manifestasi kepribadian orang tersebut. Mungkin kita gak bisa mendapatkan secara mendalam banget seperti apa kepribadian orang tersebut, tapi kita bisa menilai seperti apa dia menampilkan dirinya terhadap lingkungan.

Kok kesannya hal yang sepele gini juga diperhatikan ya? Yah, namanya juga kurang kerjaan. Kira-kira prinsip pemikiran saya sama kayak tes proyektif dalam psikodiagnostika deh. Orang kan diberikan kebebasan untuk mengunggah gambar apa pun, jadi saya asumsikan bahwa layar profile picture yang pada mulanya kosong berfungsi sama seperti kertas A4 polos yang biasa digunakan dalam tes menggambar orang/pohon.

Kalau profile picturenya berupa binatang, mungkin orang itu memiliki keengganan atau kurang mampu menjalin relasi sosial dengan sesamanya. Mungkin loh ya. Kalau fotonya stereotipe, mungkin dia ingin menampilkan bahwa dirinya adalah bagian dari kelompok stereotipe tersebut (misal, difoto sambil memegang kamera, difoto sambil pamer behel/BB, difoto sambil pegang anak/ponakan, dan seterusnya)

Jadi, kalau saya baru ketemu dengan orang yang baru saja saya add accountnya, saya bakal kasih pertanyaan yang terkesan netral: “Kenapa sih pakai profile picture itu?”, sembari berharap mereka memberikan penjelasan dan penghayatan pribadi mereka. Kalau nggak dapet ya gak apa-apa sih. Namanya juga iseng. Ngomong-ngomong, saya pernah kecolongan juga, waktu itu dosen pembimbing saya nanyain kenapa saya pakai alamat email saya yang lama (yang berbau tokusatsu). Jadinya ketauan deh kalo saya masih suka nonton film action buat anak-anak. Hu uh. Alamat email juga penting looooh, makanya waktu ngelamar kerjaan kita disarankan untuk menggunakan alamat email yang serius.

Ngomong-ngomong soal profile picture, ada seorang mahasiswi yang satu fakultas dengan saya, satu angkatan pula. Kalian pasti bingung melihat perbedaan yang drastis antara persona yang ditampilkan di kampus dan di dunia maya. Bener-bener jauh. Banget.

Persona yang ditampilkan di dunia maya adalah seorang cewek yang terkesan gaul, imut, bahkan ada profile picturenya dengan pose mulut dimonyong-monyongkan segala, sambil nyium hamster peliharaannya. Padahal di kampus dia selalu menampilkan dirinya sebagai pribadi yang pendiam, serius, dan menarik diri.

Ini masih berupa dugaan loh ya, tapi mungkin ini berkaitan dengan fakta bahwa dia sedang menjalin LDR dengan laki-laki dari Lampung (cukup jauh dengan kota saya, Bandung), sehingga Facebook menjadi sarana utama teman mahasiswi ini untuk menampilkan diri di hadapan pacarnya. Siapa sih yang senang menjalin hubungan jarak jauh dengan pribadi yang pendiam, serius, dan menarik diri?

Nah, kok bisa ya seseorang menampilkan diri yang sebegitu bertolak belakangnya? Yang mana sih diri dia yang asli? Ngomong-ngomong, profile picture kamu kayak gimana? Kenapa sih pakai gambar itu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s